NIKLIK.ID — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menghadirkan inovasi digital MASIGA (Manajemen Sistem Informasi Keluarga) untuk memperkuat pengelolaan dan pemanfaatan data kependudukan serta keluarga berencana.
Kepala DPPKB Kota Makassar, Drs. A. Irwan Bangsawan, M.Si, menjelaskan bahwa MASIGA dikembangkan sebagai jawaban atas kebutuhan data yang cepat, akurat, dan mudah dipahami oleh pengambil kebijakan lintas sektor.
“Selama ini data dari Sistem Informasi Keluarga (SIGA) BKKBN sudah tersedia, namun masih perlu penguatan dalam bentuk visualisasi agar lebih informatif dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data,” ujar Irwan.
MASIGA menyajikan data kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga dalam bentuk grafik, tabel, serta peta tematik digital. Dengan tampilan yang interaktif, platform ini memudahkan perangkat daerah, mitra kerja, hingga pemangku kebijakan dalam memahami kondisi dan perkembangan keluarga di Kota Makassar.
Irwan menegaskan, inovasi ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, serta Rencana Strategis BKKBN yang menekankan pentingnya ketersediaan data yang akurat dan mutakhir.
“Tujuan utama MASIGA adalah menyediakan data pembangunan keluarga dan pengendalian penduduk yang dapat diakses lintas sektor, sehingga perencanaan dan evaluasi program dapat dilakukan lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Dalam jangka menengah, MASIGA diharapkan mampu mempercepat proses pengolahan, analisis, dan pelaporan data hingga tingkat kelurahan. Sementara dalam jangka panjang, sistem ini ditargetkan menjadi basis data terintegrasi yang mendukung kebijakan berbasis bukti di seluruh wilayah Kota Makassar.
Pelaksanaan inovasi MASIGA didukung oleh sejumlah regulasi, di antaranya Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 37 Tahun 2019 tentang Inovasi Daerah, serta beberapa keputusan wali kota terkait pengolahan dan pelaporan data SIGA. Operasional sistem ini dijalankan oleh tim Bidang Pengendalian Penduduk DPPKB yang telah memiliki kompetensi di bidang manajemen data.
Dari sisi anggaran, pengembangan dan pemeliharaan MASIGA didukung melalui APBD Kota Makassar Tahun Anggaran 2024–2026, termasuk untuk pelatihan pengguna aplikasi. Sistem ini dikelola secara terpusat dan dapat diakses secara daring oleh 15 kecamatan, serta terhubung dengan War Room Pemerintah Kota Makassar sebagai pusat data terpadu.
Irwan menambahkan, dalam pengembangannya DPPKB juga menggandeng PT Karya Semesta Raya sebagai mitra teknologi, khususnya dalam pengembangan perangkat lunak dan penguatan keamanan sistem.
“Ke depan, kami akan terus melakukan penyempurnaan fitur, peningkatan kapasitas SDM, serta menyiapkan integrasi MASIGA dengan dashboard Smart City Makassar agar mendukung satu data pembangunan keluarga,” tutup Irwan.
Dengan hadirnya MASIGA, Pemerintah Kota Makassar berharap budaya kerja berbasis data semakin kuat dan kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan keluarga dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (*)
Eksplorasi konten lain dari iniklik
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
