INIKLIK.ID — Sebuah rumah dinas guru di Desa Labuang Pamajang, tepatnya di kompleks SDN Labuang Mangatti Nomor 40, Kabupaten Kepulauan Selayar, diduga dimasuki oleh orang tak dikenal saat dalam keadaan kosong.
Peristiwa tersebut baru diketahui pada Senin malam (16/3/2026), setelah seorang kerabat guru yang tinggal tidak terlalu jauh dari kompleks perumahan tersebut merasa curiga karena lampu rumah dalam keadaan padam, sementara lampu di rumah sekitar tetap menyala.
Kecurigaan itu kemudian ditindaklanjuti dengan mengecek kondisi rumah. Saat diperiksa, ditemukan jendela bagian dapur sudah terbuka dengan bekas congkelan, sementara kondisi di dalam rumah tampak berantakan.
Firman, suami dari guru yang menempati rumah dinas tersebut, mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan pelaku masuk ke dalam rumah.
“Teman istri saya curiga karena lampu di rumah dalam keadaan padam, padahal saat kami meninggalkan rumah beberapa waktu lalu lampu dalam kondisi menyala,” ujar Firman kepada awak media.
Menurutnya, karena merasa curiga, kerabat istrinya kemudian memanggil beberapa orang lainnya untuk mengecek rumah tersebut. Hal itu dilakukan karena sebelumnya Firman telah menitipkan kunci rumah kepada kerabat tersebut.
“Setelah saklar listrik dinyalakan kembali, mereka menemukan jendela dapur sudah terbuka dan terdapat bekas congkelan. Saat masuk ke dalam rumah, kondisi seluruh ruangan sudah berantakan,” jelasnya.
Firman menambahkan, pelaku bahkan diduga sempat memasak nasi menggunakan rice cooker serta membuat kopi di dalam rumah tersebut.
Dari fakta itu, pelaku diduga masuk pada malam hari. Pasalnya, listrik di Pulau Jampea hanya menyala mulai pukul 18.00 Wita hingga pukul 06.00 Wita.
“Listrik di sana hanya menyala dari jam 18.00 sore sampai jam 06.00 pagi. Artinya pelaku diduga masuk pada malam hari karena sempat memasak menggunakan rice cooker,” terangnya.
Terkait kerugian, Firman mengaku belum dapat menaksir secara pasti karena dirinya bersama sang istri sedang berada di daratan Pulau Selayar untuk persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah bersama keluarga.
Meski demikian, terdapat barang yang diduga milik pelaku yang tertinggal di dalam rumah, yakni sebuah kaos berwarna merah bertuliskan “True Ufe”.
Atas kejadian tersebut, Firman berencana melaporkan peristiwa ini kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti.
Ia juga berharap pihak kepolisian, khususnya Polsek Pasimasunggu, dapat lebih meningkatkan pengawasan di wilayah Desa Labuang Pamajang, terutama di Dusun Mangatti.
“Saya berharap agar Polsek Pasimasunggu lebih intensif melakukan pemantauan di Desa Labuang Pamajang, khususnya di Dusun Mangatti, agar peristiwa serupa tidak terulang lagi,” pungkasnya. (Im)
![]()
Eksplorasi konten lain dari iniklik
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
