Petani Jagung Selayar Kini Bisa Dapat Modal KUR, Potensi Panen Tembus Rp54 Juta per Hektare

INIKLIK.ID  — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar terus berupaya mengatasi berbagai kendala yang dihadapi masyarakat dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya budidaya jagung. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menjalin kerja sama dengan Bank Sulselbar Cabang Selayar untuk memfasilitasi pembiayaan bagi petani melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Program ini diharapkan mampu membantu petani dalam memenuhi kebutuhan dasar pertanian, mulai dari biaya pagar lahan, pengadaan racun atau pestisida, hingga kebutuhan penunjang lainnya.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Selayar, Al Amin, SP., menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan produksi jagung masyarakat.

Baca Disini  Selayar Terima Dukungan Alkes Strategis Usai Audiensi Bupati Natsir Ali dengan Menkes RI

“Selama ini banyak petani memiliki lahan, namun terkendala pada modal awal dan pagar untuk mengatasi ganguan hewan ternak liar. Melalui kerja sama dengan Bank Sulselbar, pemerintah ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah,” ujar Kepala Dinas Pertanian.

Ia menjelaskan, pihak dinas nantinya akan melakukan verifikasi serta memberikan rekomendasi terhadap kelompok maupun masyarakat yang layak menerima bantuan KUR pembiayaan tersebut.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Selayar Muh. Nasrum  menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung program pertanian daerah melalui penyaluran KUR kepada petani.

“Bank Sulselbar siap memfasilitasi kebutuhan masyarakat petani, termasuk pembiayaan pagar lahan dan kebutuhan pertanian lainnya. Setelah ada rekomendasi dari Dinas Pertanian, kami akan langsung menyalurkan pembiayaan dalam bentuk material agar tepat guna dan benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian,” ungkapnya.

Baca Disini  Kabupaten Kepulauan Selayar Raih Penghargaan Nasional di Bidang Kesehatan

Kadis Al Amin,  menambahkan bahwa pemerintah daerah juga  menyiapkan bantuan bibit jagung bagi masyarakat dan memberikan pendampingan kepada para petani agar proses budidaya berjalan maksimal hingga masa panen.

“Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian akan menyiapkan bantuan bibit untuk petani, sekaligus melakukan pendampingan mulai dari proses penanaman, perawatan hingga panen. Jadi masyarakat tidak hanya dibantu dari sisi bibit, pupuk, tetapi juga dibimbing agar hasil produksi jagung bisa lebih maksimal,” ujar Kepala Dinas Pertanian.

Dalam skema perhitungan yang dipaparkan, satu hektare lahan jagung diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 10 ton jagung saat panen. Dengan estimasi harga jual Rp5.400 per kilogram, maka potensi pendapatan kotor petani dapat mencapai sekitar Rp54 juta dalam satu kali panen atau sekitar tiga bulan masa tanam.

Baca Disini  Selain Penegakan Hukum, Pemkot Makassar Dorong Pendekatan Seni Atasi Kejahatan Jalanan

Sementara kebutuhan biaya pagar lahan diperkirakan berkisar antara Rp7 juta hingga Rp12 juta per hektare, belum termasuk kebutuhan racun, bibit, dan biaya perawatan lainnya. Meski demikian, petani masih memiliki potensi keuntungan yang cukup besar setelah panen, sehingga program pembiayaan ini diharapkan mampu meningkatkan semangat masyarakat dalam mengembangkan pertanian jagung secara berkelanjutan.

Pemerintah daerah berharap kolaborasi tersebut mampu mendorong minat masyarakat untuk lebih serius mengembangkan sektor pertanian jagung sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kepulauan Selayar. (HUMAS-IC)

 

_

Loading


Eksplorasi konten lain dari iniklik

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan