INIKLIK.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Badan Pengurus Nasional Kerukunan Keluarga Takalar Panrannuangku (BPN KKTP) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Takalar dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar menggelar webinar nasional dan pelatihan qurban.
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid tersebut berpusat di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar. Acara ini juga dirangkaikan dengan praktik langsung tata cara pemotongan hewan qurban yang sesuai dengan syariat Islam dan standar kesehatan.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Takalar didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan penuh Pemkab Takalar terhadap upaya edukasi masyarakat dalam mempersiapkan pelaksanaan ibadah qurban.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Takalar menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BPN KKTP, Pemkab, serta Kemenag Takalar yang telah menginisiasi kolaborasi positif ini. Menurutnya, webinar dan pelatihan ini sangat bermanfaat, khususnya bagi para panitia pelaksana qurban agar memahami cara pemotongan yang sah secara agama sekaligus aman secara medis.
“Kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat, khususnya bagi panitia pelaksana qurban agar pelaksanaan pemotongan hewan qurban berjalan sesuai syariat Islam serta memenuhi standar kesehatan,” ujar Wakil Bupati Takalar.
Senada dengan hal itu, Ketua Umum BPN KKTP, H. Hasanuddin Tisi Dg Lewa, bersama Sekretaris Jenderal A. Muktadir Taiyeb Dg Rurung, berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pelaksanaan ibadah qurban yang benar, sehat, dan sesuai ketentuan agama.
Apresiasi juga datang dari Ketua BPP KKSS, Prof. Syakir, yang turut hadir memberikan terkait urgensi webinar nasional ini. Menurutnya, pelatihan qurban syar’i dan sehat yang diinisiasi oleh KKTP merupakan langkah konkret dalam mengedukasi umat Islam.
“BPP KKSS mengapresiasi penyelenggaraan Webinar Nasional pelatihan qurban syar’i dan sehat oleh KKTP. Pesan qurban adalah bahwa dalam berqurban, tidak ada spektrum umat Islam yang berkurang, melainkan malah memancarkan spektrum sosial dan bentuk ketaatan akidah,” tegas Prof. Syakir.
Melalui sinergi ini, diharapkan masyarakat dan panitia qurban di Kabupaten Takalar dapat lebih siap dalam menangani serta memotong hewan qurban dengan cara yang higienis, berperikehewanan, dan sah sesuai tuntunan syariat Islam.
Eksplorasi konten lain dari iniklik
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
