Akibatnya, sejumlah alat berat dan perlengkapan utama seperti molen pengaduk semen harus digotong dan didorong secara bersama-sama oleh personel Satgas dan warga.
Sementara material bangunan seperti pasir, semen, dan batu gunung diangkut menggunakan mobil jonder yang dinilai lebih tangguh menghadapi medan berlumpur.
Kondisi tersebut membuat pekerjaan sangat menguras tenaga dan membutuhkan strategi khusus untuk menaklukkan medan. Meski demikian, semangat kebersamaan dan kekompakan antara TNI, Polri, dan masyarakat tetap terjaga.
“Medannya memang cukup ekstrem, apalagi dipengaruhi curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Tetapi personel Satgas bersama masyarakat tetap semangat menyelesaikan pekerjaan,” ujar Wakil Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 1415/Selayar, Kapten Inf Khaeruddin Rasyid saat dikonfirmasi awak media. Kamis (08/05/2026)
Menurutnya, pembukaan akses jalan tani ini diharapkan mampu meningkatkan aktivitas pertanian masyarakat sekaligus membuka kembali lahan-lahan produktif yang selama ini terbengkalai akibat sulitnya akses transportasi.
Program TMMD ke-128 sendiri menjadi bentuk nyata sinergi TNI-Polri bersama pemerintah dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan, khususnya daerah yang selama ini sulit dijangkau.
Eksplorasi konten lain dari iniklik
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
